PROFIL DESA PRINGKUKU
Sejarah Desa
Pada jaman dahulu Pringkuku terkenal dengan luas wilayahnya juga banyaknya jumlah penduduk. Di era pemerintahan Pak Diman yang waktu itu sebagai Kepala Desa, banyak perombakan yang beliau lakukan utamanya di bidang pemerintahan. Dan pada akhirnya pada Tahun 1920 Desa Pringkuku pecah menjadi 2 desa. Untuk desa pertama tetap menggunakan nama Desa Pringkuku, dan desa kedua diberi nama Desa Ngadirejan.
Pada akhirnya Desa Pringkuku berdiri dengan 7 dusun, yaitu Dusun Pringkuku (Krajan), Jodog, Pagutan, Seso, Baksari, Gondang dan Pindul.
Setelah ada pemekaran desa pada Tahun 1920, maka dipilihlah seorang Kepala Desa baru, maka terpilih Pak Bolawi sebagai Kepala Desa Pringkuku sampai Tahun 1948 dan digantikan Pak Kartomo yang memerintah mulai Tahun 1948 sampai dengan Tahun 1965. Pemerintahan Pak Kartomo sangat memperhatikan sektor pertanian dengan bukti pembangunan irigasi di Dusun Gondang.
Pada Tahun 1965 situasi politik nasional kacau dengan adanya G 30 S/PKI yang mengakibatkan pemilihan Kepala Desa ditunda, maka ditunjuklah Pak Wiryorejo sebagai PjS Kepala Desa Pringkuku dari Tahun 1965 sampai 1966.
Pada Tahun 1966 dipilihlah Pak Ponen Pramono sebagai Kepala Desa, dan disinilah banyak perubahan yang dilakukan, apalagi ditunjang dengan program REPELITA. Di era pemerintahan Ponen Pramono berhasil dalam menggalakkan penghijauan, membangun Balai Desa, membangun jalan-jalan tembus dusun, bak air minum dan lain-lain. Pemerintahan Ponen Pramono berakhir Tahun 1990.
Ponen Pramono digantikan Sutarno hingga Tahun 1998. Kemudian digantikan Katiman sampai dengan Tahun 2007, Sugiyanto sampai Tahun 2013 dan Tahun 2013 diadakan pemilihan Kepala Desa dan Pak Jumari Hartono terpilih sebagai Kepala Desa Pringkuku.
Pada era pemerintahan pak Jumari Hartono berhasil meningkatkan pembangunan sarana prasarana desa Tahun 2019 di adakan pemilihan Kepala Desa dan pak Jumari Hartono terpilih lagi sebagai kepala Desa Pringkuku untuk periode tahun 2020 sampai 2027.
Kondisi Geografis
Wilayah Desa Pringkuku didominasi oleh perbukitan karst khas Pacitan, dengan tanah yang sebagian besar merupakan lahan kering dan hutan rakyat. Pentingnya memahami kondisi Desa untuk mengetahui keterkaitan perencanaan dengan muatan pendukung dan permasalahan yang ada, memberikan arti penting keputusan pembangunan sebagai langkah mendayagunakan dan penyelesaian masalah di masyarakat.
Desa Pringkuku merupakan salah satu dari 13 desa di wilayah Kecamatan Pringkuku, yang terletak 3 Km ke arah selatan dari kota Kecamatan, Desa Pringkuku mempunyai luas wilayah seluas 113,322 hektar.
Perekonomian
Masyarakat Desa Pringkuku sangat beragam, mulai dari sektor tradisional hingga jasa. Komoditas utama meliputi Padi, Jagung, kelapa, ketela pohon (singkong), dan palawija. Pohon kelapa sangat melimpah di sini, yang kemudian diolah menjadi berbagai produk turunan.
Pariwisata & Sosial Budaya
Untuk sektor Pariwisata Meski destinasi wisata besar seperti Pantai Watukarung, Kasab atau Pantai Srau secara administratif berada di desa lain dalam satu kecamatan, Desa Pringkuku adalah pintu gerbangnya. Sedangkan untuk Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Desa Pringkuku masih memegang teguh adat istiadat Jawa yang kental dengan semangat gotong royong
Kesimpulan
Desa Pringkuku bukan sekadar pusat administrasi, melainkan sebuah wilayah yang memadukan ketenangan khas pedesaan dengan dinamika pusat ekonomi kecamatan. Dengan lokasinya yang sangat strategis, desa ini terus berkembang menjadi penyangga utama bagi kemajuan pariwisata dan ekonomi di Kabupaten Pacitan bagian barat.